Universitas BSI Ciptakan Harmonisasi Akuntansi dengan

Kuncinya sebelum menjadi entrepreneur, harus memahami dulu akuntansi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program Studi Akuntansi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) bekerja sama dengan KAP (Kantor Akuntan Publik) Junaedi, Chairul & Rekan menggelar seminar ‘Harmonisasi Accounting dengan Enterpreneurship’. Seminar ini berlangsung di aula Universitas BSI kampus Jatiwaringin, Jakarta Timur, pada Rabu (29/6/2022).

Acara yang berlangsung kurang lebih 180 menit ini, menghadirkan narasumber Hafid Fitrah Habibi, seorang Rekan Partner dari KAP Junaedi, Chairul & Rekan serta memiliki banyak pengalaman tentang penerapan kode etik profesi akuntan dan pengalaman dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan.

Hafid dalam materinya menjelaskan, harmonisasi akuntansi dengan enterpreneurship dapat dipahami dengan bagaimana ilmu akuntansi dapat sejalan dengan tujuan menjadi seorang entrepreneur,

“Kuncinya sebelum menjadi wirausahawan, harus memahami dulu akuntansi/pencatatan keuangannya, atau setidaknya memahami antara uang masuk dan uang keluar dari kas,” jelas Hafid.

Lanjutnya, seminar ini berfokus pada isu usaha yang sangat booming, bahkan menjanjikan masa depan para pendirinya, seperti memulai dan UMKM.

“Memulai adalah tentang ‘tumbuh’ (tumbuh) dan bagaimana investor dapat memanfaatkan pertumbuhan tersebut secara cepat, tanpa menunggu keuntungan perusahaan. Sekarang boleh rugi, tapi nanti akan untung setelah menguasai pasar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Akuntansi Universitas BSI, Syamsul Bahri, menambahkan bahwa, tujuan kegiatan ini, untuk memberikan pemahaman tentang profesi akuntan, penerapan kode etik akuntan, dan pandangan masa depan bagi mahasiswa/i setelah lulus nanti.

“Sebagai calon sarjana Akuntansi, yang akan lahir dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas BSI, kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka dalam membocorkan masa depan setelah lulus,” ujar Syamsul.

Ia berharap, semoga ilmu yang diberikan dapat diterima oleh seluruh peserta yang hadir dan memberi manfaat agar dapat diimplementasikan di dunia kerja setelah lulus kuliah.

“Selain itu, diharapkan dari kegiatan ini mahasiswa memahami bentuk etika profesi akuntansi sebagai seorang akuntan. Kemudian juga para peserta, bisa menjadi wirausahawan dengan membuka layanan jasa akuntan seperti KAP pada umumnya,” tukasnya.

Disisi lain, salah satu mahasiswi, Aqillah Purwanti yang mengikuti seminar ini mengatakan, dengan adanya seminar ini, ia menjadi lebih tahu bagaimana pengalaman hidup seorang praktisi akuntan.

“Mulai dari awal merintis jasa akuntan bersama rekan-rekannya, hingga proses mendapatkan klien, memeriksa keuangan klien, bahkan cara menghadapi tantangan dalam penerapan etika profesi akuntan,” tulisnya.