Universitas BSI Bantu Siswa Tingkatkan Wawasan dan

Ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki SDM bidang perhotelan

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Dalam mewujudkan peningkatan wawasan, ilmu pengetahuan dan keterampilan dibidang perhotelan, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) dalam penyelenggaraan seminar perhotelan dan pariwisata hibrida, yakni secara berani saluran Youtube BSITVOfficial dan secara luring yang berlokasi di Wisma BSI, Kaliabang, Bekasi, Rabu (27/7/2022).

Seminar yang bertajuk ‘Meningkatkan Wawasan, Ilmu Pengetahuan & Keterampilan dalam Bidang Perhotelan’ ini, dihadiri oleh guru serta ratusan siswa SMA/K/Sederaja dan Prodi Perhotelan, juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas BSI.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas BSI, Diah Puspitasari. Dua narasumber hadir untuk menjelaskan seputar dunia perhotelan, pertama Hadi Sutrisno sebagai Direktur Mutu Pesona Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi SMK Pariwisata seluruh Indonesia dan Ketua DPP Indonesia Hotel General Manager. Sedangkan untuk narasumber kedua yaitu Hairani Tarigan selaku Wakil Sekjen DPP Association of the Indonesia, Tour and Travel Agencies dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bekasi.

Dalam penjelasannya, Hadi sebagai narasumber pertama mengatakan, selama masa pandemi, menjadi salah satu sektor yang pertama kali menciptakan. “Namun di tahun ini, di masa akhir pandemi Covid-19 ini sudah banyak yang ingin keluar rumah. Maka, pariwisata akan menjadi sektor yang pertama bangkit dan pariwisata akan menjadi pelopor kebangkitan bagi sektor-sektor lain,” ungkap Hadi, Rabu (27/7/2022).

Ia juga memaparkan, meski tak akan langsung semuanya seperti semula, tetapi, harus tetap yakin, bahwa setiap manusia harus memiliki tujuan hidup hingga di masa depan.

“Kita harus punya peta jalan untuk masa depan. Nanti di umur 20 tahun, mau jadi apa? 25 tahun jadi apa? Karena sekarang ini, kompetisi bukan hanya antar kita namun juga antar negara,” ujarnya.

Lanjutnya, apalagi di Asia Tenggara (ASEAN), sudah ada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang memungkinkan para pekerja dari negara-negara ASEAN, bebas untuk bekerja di seluruh kawasan ASEAN. Jika tidak kami siapkan dari sekarang, maka 2045 Indonesia Emas akan gagal.

“Tahun 2045 nanti ada di tangan para generasi muda. Tidak, sekarang kita harus bersama-sama memiliki mimpi yang harus dikejar,” katanya.

Sementara itu, Hairani sebagai pemateri kedua mengatakan, industri yang menghasilkan produk atau jasa, melibatkan berbagai bidang kegiatan ekonomi yang produktif untuk mendukung usaha di bidang pariwisata, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Perusahaan-perusahaan yang termasuk industri pariwisata antara lain agen perjalanan, transportasi wisata, hotel, objek wisata, toko suvenir, dan katering/restoran/bar dan lain-lain,” jelas Hairani.

Ia menambahkan, ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki SDM bidang perhotelan diantaranya kompetensi profesi bidang kantor depan, tata graha, tata boga dan tata hidang.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas BSI, Dr Ani Wijayanti juga menjelaskan, seminar ini punya tujuan utama untuk menambah wawasan secara umum di bidang pariwisata dan perhotelan. “Hadirnya seminar perhotelan ini, semoga bisa menambah wawasan bagi para peserta (siswa/i) di bidang pariwisata dan perhotelan. Sementara itu, sekaligus untuk mengenalkan Prodi Perhotelan di Universitas BSI,” kata Ani.

Ia berharap, semoga siswa/i yang hadir dalam seminar ini, bisa menyampaikan kepada teman-temannya yang lain, bahwa Universitas BSI punya Prodi Perhotelan yang lulusannya, punya daya saing agar bisa sukses, saat memasuki dunia industri.