Trader Wajib Tahu, Ini Serba-Serbi Aksi Korporasi

Trader Wajib Tahu, Ini Serba-Serbi Aksi Korporasi : Corporate action atau aksi korporasi menjadi hal biasa yang dilakukan oleh para emiten. Langkah ini nantinya akan berpengaruh pada jumlah saham, harga saham, dan kepentingan pemegang saham.

Financial Expert Ajaib Chisty Maryani mengatakan aksi korporasi dilakukan ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sudah berlangsung. Sehingga, aksi korporasi sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Adapun menurut Chisty, aksi korporasi terbagi ke dalamtiga kategori. Pertama ada aksi korporasi berupa pembagian dividen.

“Di mana ketika emiten menghasilkan kinerja yang tumbuh, yang positif, sehingga menghasilkan profit, emiten membagikan profit kepada para pemegang saham,” ujar dia dalam CNBC Indonesia Trader Summit and Competition 2021, Rabu (24/11/2021).

Pembagian dividen memang bukan menjadi kewajiban bagi para emiten. Meski demikian, kata dia, hal ini merupakan keuntungan kepada investor di pasar modal dalam investasi saham.

“Kedua bisanya jenis aksi korporasi ini mempengaruhi perubahan harga saham baik secara langsung dan tidak langsung, seperti stock splitStock split adalah aksi korporasi berupa pemecahan nilai saham sehingga nilai saham akan likuid, akan terjangkau, sehingga para investor retail mampu menjangkau saham tersebut,” lanjut Chisty.

Selain stock split, emiten juga dapat melakukan aksi korporasi berupa reverse stock. Ini merupakan penggabungan nilai saham, sehingga saham yang dianggap terlalu murah bisa menjadi sedikit lebih mahal.

Aksi korporasi selanjutnya menurut Chisty adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)atau rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan untuk menambah modal kerja atau mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.

“Kemudian untuk aksi korporasi berikutnya juga ada aksi korporasi yang sedikit lebih kepada restrukturisasi perusahaan. Itu mungkin seperti merger, akuisisi, kemudian ada kolaborasi yang sedang ramai saat ini,” kata dia.

Lebih jauh, Chisty juga menjelaskan hal yang perlu menjadi pertimbangan bagi para trader dalam membeli saham dari emiten yang melakukan aksi korporasi.

“Hal yang perlu diperhatikan, yang pertama potensi dari kinerja perusahaan. Mungkin sebagai investor, di mana investor umumnya menyimpan jangka waktu yang lama. Sehingga hal yang perlu diperhatikan kekuatan fundamental, rasio-rasio fundamental jadi bahan pertimbangan,” lanjut dia.

Pertimbangan lain bagi trader adalah adanya potensi bisnis dari emiten yang melakukan aksi korporasi berupa rights issue. Dalam hal ini, perusahaan biasanya memerlukan penambahan modal untuk melakukan ekspansi bisnis.

“Melihat potensi yang ada itu tentu menimbulkan optimisme, khususnya bagi investor secara jangka panjang. Sehingga ke depannya pertumbuhan akan berkembang lebih baik lagi,” ujar dia.