Pahami Langkah Optimalisasi Fasilitas Perpajakan di Seminar

Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada tahun 2022 dapat mencapai Rp1.200 triliun atau tumbuh 33% dibandingkan capaian pada tahun lalu sejumlah Rp901,02 triliun. Namun pada kuartal I/2022, total realisasi investasi yang masuk baru mencapai Rp282,4 triliun.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah menegaskan optimalisasi penerimaan penerimaan dalam jangka waktu mulai tak akan menarik daya saing dan kegiatan investasi. Itu sebabnya kebijakan optimalisasi melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan perpajakan hingga tahun fiskal 2025 bertumpu pada 3 proses, salah satunya adalah kebijakan perpajakan yang pro terhadap investasi.

Kebijakan yang pro terhadap investasi inilah yang menjadi dasar penerapannya berbagai fasilitas perpajakan, seperti liburan pajak, tunjangan pajak, tunjangan investasi, Bea masuk bagi impor barang modal, dan lainnya. Selain itu, dalam rangka memudahkan para investor, pemerintah mengintegrasikan pengajuan fasilitas perpajakan dengan sistem Pengiriman Tunggal Online (OSS).

Sayangnya, meski pemerintah telah memberikan kemudahan melalui berbagai macam fasilitas perpajakan, praktiknya, pemanfaatan wajib pajak masih minim. Selain itu, Ditjen Pajak mencatat bahwa insentif pengurangan pajak super belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh wajib pajak pada sektor-sektor yang tercakup. Pemanfaatan fasilitas liburan pajak juga masih tampak belum merata antarsektor.

Kementerian Keuangan dalam Laporan Belanja Perpajakan 2020 menuliskan bahwa belum meratanya pemanfaatan fasilitas liburan pajak dari sisi KBLI dapat menjadi salah satu bahan evaluasi atas implementasi kebijakan liburan pajak ke depan. Tujuannya, mencari tahu permasalahan di lapangan atas pemanfaatan tingkat rendahnya liburan pajak dari sisi KBLI.

Merujuk pada lampiran Perpres 74/2022 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2020-2024, minimnya pemanfaatan fasilitas, baik fiskal maupun nonfiskal, disebabkan oleh kurangnya informasi yang sampai ke pelaku usaha industri.

“[Fasilitas] belum dimanfaatkan oleh pelaku usaha industri karena keterbatasan informasi dan perlunya koordinasi, pemetaan, dan sosialisasi pemanfaatan yang sistematis,” sebut pemerintah dalam lampiran tersebut.

melihat fenomena ini, hal yang wajar jika para pelaku pelanggaran untuk kejadian memperbarui dengan peraturan terkini, khususnya mengenai fasilitas perpajakan. Pelaku usaha perlu memahami berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan, cara mendapatkannya, aspek administrasinya, serta isu-isu penting yang perlu diperhatikan dalam pengaplikasiannya.

Dengan memahami fasilitas perpajakan yang dapat digunakan, pelaku usaha dapat membuat keputusan-keputusan strategi yang lebih baik. Harapannya, pemanfaatan fasilitas ini dapat mendorong berbagai kemudahan di bidang pajak yang diberikan.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai fasilitas pajak, pada pertengahan Juli mendatang, seperti pada Kamis, 21 Juli 2022, DDTC Academy mengadakan Seminar Eksklusif judul Menu, Manfaat dan Cara Memperoleh Fasilitas Pajak.

Topik yang dibahas antara lain:

  • Rezim Insentif Pajak: Jenis dan Manfaat (Tax Holiday, Investment Allowance, Supertax Deduction, Percepatan Penyusutan, Perlakuan Pajak Khusus untuk Sektor/Wajib Pajak Tertentu)
  • Fasilitas Perpajakan terkait UU HPP dan UU Cipta Kerja: Fasilitas Dividen, Penurunan Tarif Pajak Badan, Rezim Pajak Orang Asing, Pembebasan Dividen Asing dan Insentif PPN
  • Insentif Fiskal Lainnya: Insentif Berbasis Lokasi, Bea & Cukai dan Pajak Daerah
  • Kelayakan untuk Memperoleh Fasilitas Pajak
  • Aspek Administratif dan Online Single Submission (OSS)
  • Masalah Audit
  • Perkembangan Terakhir dan Arah Masa Depan

Untuk melengkapi pemahaman dan pengalaman yang diperoleh peserta, seminar ini dilengkapi dengan pembahasan mengenai langkah-langkah untuk memperoleh fasilitas perpajakan dan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi agar wajib pajak terkualifikasi untuk berhak mendapatkan fasilitas perpajakan tersebut.

Materi seminar akan dibawakan secara langsung oleh 3 pakar dan peneliti DDTC, yakni Partner of DDTC Fiscal Research & Advisory B Bawono Kristiaji, Manager of DDTC Fiscal Research & Advisory Denny Vissaro, serta Researcher of DDTC Fiscal Research & Advisory Lenida Ayumi.

B. Bawono Kristiaji adalah praktisi berpengalaman di bidang keuangan publik, kebijakan pajak, dan ongkos transfer. Beliau menerima penghargaan dari Confédération Fiscale Européenne (CFE), berupa CFE Award Albert J. Rädler Medal di tahun 2015 atas tesisnya yang diberi judul Insentif dan Disinsentif Pergeseran Laba di Negara Berkembang. Penghargaan diberikan karena tesisnya menjadi tesis perpajakan terbaik se-Eropa.

Selain itu, pembicara kedua, Denny Vissaro adalah pengalaman di bidang kebijakan fiskal, pajak internasional, administrasi perpajakan, keuangan publik, dan desentralisasi fiskal. Denny memperoleh gelar master ganda di jurusan ekonomi dari Universitas Indonesia dan jurusan ekonomi perkembangan dari Erasmus Universiteit Rotterdam.

Pembicara ketiga, Lenida Ayumi, adalah periset berpengalaman di bidang kebijakan fiskal, administrasi pajak, keuangan publik, dan desentralisasi fiskal. Ayumi juga merupakan koordinator dari artikel-artikel perpajakan untuk DDTCNews dan salah satu anggota tim editorial dari Indonesia Taxation Quarterly Report (ITQR).

Berbeda dengan acara sebelumnya, seminar kali ini eksklusif dengan jumlah peserta terbatas di Menara DDTC. Acara ini tetap memperhatikan dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Oleh karena itu, jumlah peserta dibatasi hanya sepertiga dari kapasitas ruangan, yakni hanya 25 peserta saja.

Seminar akan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 15.30 WIB. Sebelum acara dimulai, peserta dapat menikmati kopi pagi & snack serta registrasi ulang yang dimulai pukul 08.30 WIB.

Spesial pada acara kali ini, setiap peserta seminar akan mendapatkan buku terbitan DDTC berjudul Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang Perpajakan Edisi 2022.

Selain itu, setiap peserta seminar akan memperoleh buku pegangan materi, sertifikat salinan dalam bentuk cetakmakan siang, kopi pagi & snack, goodie bag dan training kit, sesi tanya jawab, serta diskusi interaktif bersama pembicara. Setiap peserta seminar juga diberi akses untuk menikmati koleksi buku perpajakan DDTC Library.

Daftarkan diri Anda segera dan dapatkan harga spesial pada seminar kali ini sebesar Rp2.500.000 melalui link berikut:

https://academy.ddtc.co.id/seminar

Jumlah peserta terbatas!

TAMBAHKAN INFORMASI LEBIH LANJUT? Hubungi Hotline DDTC Academy (+62)812-8393-5151 / [email protected] (Vira) atau melalui media sosial DDTC Academy Instagram (@ddtcacademy), Facebook (DDTC Academy), Twitter (@ddtcacademy), Telegram Channel (DDTCAcademy), dan LinkedIn Group (DDTC Academy). (getah)