Istilah Scalping Trader dalam Dunia Saham yang Tidak Anda

IDXChannel – Istilah scalping trader kerap dipertanyakan dalam dunia saham. Namun istilah ini tidak Anda sadari.

Karena itu perlu mengetahui dan mengetahui istilah scalping trader sehingga Anda dapat mempelajari tekniknya.

Lalu bagaimana penjelasan istilah scaling trader? Yuk intip penjelasan trik cara menggunakannya.

Pengertian Scalping Trader

Scalping trader adalah strategi yang membeli atau menjual saham dalam waktu singkat, serta memiliki exit strategy yang ketat karena memiliki risiko yang tinggi.

Trik menggunakan Teknik Scalping Trader

Setelah memahami, tentu ada baiknya mempelajari trik scalping trader.

Dengan demikian, Anda bisa mempraktekannya.

Tentu sebagai langkah awal mempraktikkan scalping langsung di bursa, coba merasa nyaman terlebih dahulu dengan swing trading.

Strategi ini setidaknya berada di pertengahan level trading karena rentang waktu transaksinya sedang, yaitu dalam hitungan hari hingga minggu.

Swing trading lebih longgar daripada scalping karena Smart People tidak harus terus mengamati bursa saham secara real time.

Kalau sudah terbiasa dengan swing, investor bisa bergeser perlahan ke scalping dengan mempersempit rentang waktu antara jual dan beli saham.

Coba hasilkan melepas yang menunjukkan tidak seimbang walau hanya 1-3%.

Kalau saham yang dipegang turun barang 2% saja, calo harus bersiap melakukan cut loss.

Asah Kemampuan dengan Modal Kecil

Modal kecil sangat penting pada masa awal penggunaan teknik scalping saham.

Meskipun return-nya sedikit, investor akan terjaga dari kemungkinan rugi besar selagi mengetes kemampuan analisis teknikal.

Tips trading saham ini juga berguna agar Anda tidak mengincar selisih harga yang besar dan menjauh dari praktik scalping yang sebenarnya.

Pastikan kembali untuk memilih saham yang likuid atau gampang dijual. Umumnya, saham ini mudah terlihat dari tingkat transaksinya yang besar.

Pelajari Lagi Analisis Teknikal dan Cara Memahami Gejolak Bursa

Memasuki model trading yang baru dan lebih rumit juga berarti mempelajari kembali ilmu-ilmu yang diperlukan dalam trading.

Salah satunya adalah gejolak bursa yang berpatokan pada tren dan momentum.

Scalping Trader dalam Dunia Saham yang Tidak Anda terapkan Istilah. (FOTO : MNC Media)

Hal ini cukup penting karena scalper menggunakannya sebagai taktik utama untuk masuk dan keluar.

Selain itu, analisis teknikal dasar menjadi ilmu yang dibutuhkan ketika Anda menjadi scalper.

Pahami juga tiga indikator teknikal yang bermanfaat untuk transaksi jangka pendek: entri strategi moving average ribbon (MA Ribbon), strategi keluar kekuatan/kelemahan relatif, dan multiple chart scalping.

Manfaatkan Screening di Luar Waktu Trading

Lewat penyaringan saham, Anda dapat menyaring saham-saham yang sesuai dengan kriteriamu.

Penggunaan perangkat lunak khusus tentunya akan membantu menghemat banyak waktu dan menghindari faktor subjektif dalam memilih.

Scalper kawakan Bekti Sutikna menyarankan untuk melakukan screening di malam hari.

Di saat ini, Anda dapat mempersiapkan data-data saham yang siap dimasuki begitu bursa kembali dibuka setiap hari.

Persiapkan Peralatan yang Layak

Karena mobilitas seorang calo begitu tinggi dan real time, komputer dengan spesifikasi mumpuni akan sangat dibutuhkan.

Jangan mengandalkan smartphone sebagai perangkat utama karena fungsi dan penggunaannya terbatas.

Koneksi internet yang cepat juga menjadi penentu kesuksesan calo.

Entah menutup imbal hasil atau rugi, koneksi yang lelet dapat mengubah hasil akhir transaksi yang diinginkan meski jedanya hanya lima detik.

Sistem pendukung yang setara dengan Direct Access Trading (DAT) di Nasdaq yang tidak perantara perantara dapat membuat teknik scalping saham menjadi optimal.

Ringkasnya, eksekusi jual dan beli akan lebih cepat dan tanpa hambatan.

Selidiki Broker yang Anda Pilih

Teknik scalping favorit kebanyakan broker.

Bahkan, ada broker yang membatasi jumlah transaksi dan menghindari trader yang hanya menyimpan dalam hitungan menit.

Ada pula yang memasang biaya tambahan yang malah akan menambah pengembalian dari total transaksi pedagang.

Itulah mengapa Anda harus teliti dalam memilih broker.

mendekatkan broker dengan komisi per transaksi yang kecil.

Sebab, jumlah transaksi yang besar akan memakan banyak komisi.

Ingat kalau jual dan beli saham masing-masing terkena komisi.

batas Transaksi Margin dan Short Selling

Selalu siap jika sewaktu-waktu investasi Anda merugi dan tidak balik modal.

Itulah mengapa trader perlu menjauh dari yang namanya margin atau meminjam dana dari broker.

Hal yang sama berlaku untuk short selling, yang dalam praktiknya menjual saham kredit dari broker dan layanan kembali pada harga rendah.

Memaksimalkan kembali boleh saja, namun menguasai teknik scalping saham lebih penting saat awal melakukannya meski hasil sangat kecil.

Dengan demikian, bisa dijelaskan scalping merupakan teknik utama day trader.

Meski begitu, trader dengan rentang waktu lebih lama pun dapat memanfaatkannya sebagai alternatif saat bursa saham sedang stagnan.

Bagaimana sudah memahami istilah scalping trader dalam saham? Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda.