Ingin Bisnis Sukses? Jangan Lupa Lakukan Branding Produk

Ingin Bisnis Sukses : Menurut Nita, branding yang kuat mampu membuat orang selalu mengingat sebuah produk. Branding dapat dilakukan melalui pemasaran (pemasaran) dan kemasan produk. Ini terkait dengan persaingan yang ketat di pasar saat ini. Oleh karena itu, ia menyarankan pelaku UMKM untuk menawarkan uangnya untuk melakukan promosi. “Banyak perusahaan ketika harus anggaran, pemasaran harus nilai pemasaran. Padahal pemasaran itu dilihat sebagai investasi karena bagaimana konsumen mau tahu kalau tidak melalui pemasaran ini,”. Selain itu, kemasan dapat menarik meningkatkan daya tarik pembeli dan menambah. Kemasan yang tepat, produk UMKM dapat bersaing dengan produk-produk lokal kenamaan bahkan produk-produk dari luar negeri. Ia mencontohkan salah satu UMKM jamu yang mempercayakan penjualan kepada Kaya.Id.

Melalui strategi pemasaran yang tepat dan kemasan yang modern, omset usaha jamu tersebut mencapai Rp 1,4 miliar dalam 1 tahun Hal senada juga disampaikan Brand Aktivis & Founder Brand AdventureIndonesia Arto Soebiantoro. Menurutnya brand mampu menambah bahkan mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk Strategi branding sangat beragam dan tidak ada aturan baku untuk memasarkan sebuah produk. Karenanya, pelaku usaha harus jeli melihat strategi pemasaran yang cocok untuk jenis usaha dan target usaha. Tahapan Branding Langkah branding terdiri dari tahap kenal, rasa, paham dan cinta. Semua pelaku usaha memiliki tujuan utama yakni membawakan merek ke tahapan cinta. “Semua brand punya fokus cuma satu, yakni menyediakan brand ke tahap cinta. kadang kita merasa, mentang-mentang 10 20 tahun kita sudah di tahap cinta.

Bisa jadi selama itu hanya jualan dan tidak membangun relasi dan keakraban dengan pasar,” jelasnya. Kurangnya hubungan merek dengan pasar, yang dinilainya menjadi penyebab sebuah merek tidak melekat di masyarakat.Arto mengakui bahwa untuk membangun sebuah brand membutuhkan waktu yang lama bahkan bisa memakan waktu hingga 50 tahun, namun dengan bantuan teknologi, proses tersebut bisa dipersingkat menjadi 20 tahun. Lebih lanjut ia menyarankan para pelaku usaha untuk mulai membangun brand dari pasar yang kecil. Berdasarkan pengalamannya selama hampir 21 tahun di industri branding, semakin kecil pasar semakin cepat brand terbangun. “Jangan salah dengan konsep bisnis, bisnis semakin besar pasar semakin bagus. Tapi brand harus fokus ke pasar spesifik, banyak pengusaha yang pasarnya tidak spesifik sehingga biayanya lebih mahal dan tidak efektif,” tuturnya.