Indonesia mengizinkan perjalanan bebas karantina dari Singapura ke Bintan dan Batam mulai

Indonesia mengizinkan : Indonesia telah membuka koridor perjalanan bebas karantina yang memungkinkan orang dari Singapura melakukan perjalanan ke Batam dan Bintan

Skema perjalanannya adalah masyarakat mengunjungi Nongsa di Batam dan Lagoi di Bintan, dan tidak boleh keluar-keluar ke tempat lain, katanya dalam konferensi pers virtual.

Menteri juga mengatakan bahwa pelancong harus dites negatif untuk virus corona 72 jam sebelum keberangkatan dan lagi setibanya di terminal feri Nongsapura Batam atau terminal Bandar Bentan Telani Bintan.

Sesampainya di pintu masuk, mereka akan langsung menuju ke tempat aktivitas mereka seperti hotel , para wisatawan dapat langsung memulai aktivitasnya,

Ditegaskannya, koridor perjalanan itu diperuntukkan bagi warga Singapura yang berkunjung ke Nongsa dan Lagoi, bukan untuk warga Indonesia yang berkunjung ke Singapura.

Indonesia mengizinkan Kalau orang Batam mau ke Singapura, harus mengikuti aturan Singapura,

Saat itu, Menteri Perhubungan Singapura S Iswaran mengatakan bahwa VTL dengan Indonesia untuk sementara waktu karena Indonesia tetap tertutup untuk perjalanan umum.

“Kami berharap Indonesia juga segera membuka kembali perbatasannya untuk pelancong dari Singapura,” katanya.

Pada 16 November, sebuah pernyataan oleh kementerian luar negeri Indonesia menulis bahwa kedua menteri luar negeri “setuju untuk melanjutkan diskusi tentang pengaturan VTL secara bilateral (timbal balik)”.

Sebagai permulaan, Bandar Bentan Telani di Bintan siap menyambut sekitar 50 hingga 100 wisatawan dari Singapura setiap hari, dan jumlahnya akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 500 orang dalam delapan perjalanan, kata Uno, Senin.

Sebelum pandemi COVID-19, terminal feri dapat menampung 2.400 pemudik setiap hari melalui 12 perjalanan, katanya.Wisatawan dari Singapura penting dalam upaya menghidupkan kembali perekonomian dan pariwisata Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Riau, kata menteri.

Sebelumnya pada hari Senin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dalam konferensi pers virtual bahwa pemerintah Indonesia memutuskan untuk menetapkan gelembung perjalanan karena kasus COVID-19 di Batam dan Bintan sekarang sudah terkendali.

Dia menyatakan bahwa pelancong harus divaksinasi dua kali, memiliki tes PCR negatif yang diambil dalam tiga hari sebelum bepergian, asuransi perjalanan senilai S $ 30.000 dan menggunakan program pelacakan COVID-19 Indonesia PeduliLindungi dan Blue Pass.