Gaya Trading Cuan di Masa Resesi

Jakarta

Menjadi trader saham harus peka terhadap berbagai perubahan. Bukan hanya situasi ekonomi negara itu sendiri, melainkan kondisi ekonomi global. Sebab, berbagai kejadian yang muncul di skala internasional sangat mungkin berimbas pada kondisi pasar saham dalam negeri.

Riyan Syahfikri seorang trader profesional menjelaskan lebih lanjut tentang hal ini. Selain ilmu-ilmu ekonomi makro yang perlu dijangkau, seorang pedagang tidak bisa hanya duduk diam menanti kedatangannya sendiri. Riyan menyebutkan, tidak ada strategi khusus untuk menjalani bisnis ini. satu-satunya cara adalah memanjakan.

“Kalau mau cuan di pasar sekarang susah lah, soalnya pasar lagi nggak menentu. Kemarin katanya mau resesi, tapi tiba-tiba saham di Amerika sana naik tinggi 3 hari ini,” ungkap Riyan dalam d’Mentor detikcom Kamis, (20/7).

Salah satu cara untuk menekan kerugian akibat fluktuasi harga saham adalah dengan mengerem pembelian. Harus ada penghematan yang cukup agar ada modal untuk memainkan saham saat situasi mulai terkendali. Perhitungan-perhitungan inilah yang akhirnya menentukan baik-buruknya portofolio seorang trader.

“saya sendiri dalam kondisi seperti ini hanya mainkan 50% modal saya. Ini kan resikonya masih terlalu tinggi untuk trading kan. Nanti tiba-tiba ada kabar buruk dari Amerika,terus merah lah saham kita. Susah nanti,” urainya.

Sementara itu Rendy Trisnandy seorang pedagang penuh waktu lain menyebutkan, masa-masa sulit seperti ini seseorang bisa melakukan teknik perdagangan cepat. Dengan cara ini, seorang trader hanya perlu jeli melihat naik-turun grafik harga saham.

“kalau market sekarang sih, mainnya fast trading aja sih. Kalau misalnya kita trading, ada cuan yaudah langsung kita jual. Jangan mengharapkan terlalu besar, karena biasanya sehari hijau, sehari merah jadi kita perlu jual cepat,” tutup Rendy.

Saksikan juga video lengkap d’Mentor: Hidup Dari Saham, Bisa?

[Gambas:Video 20detik]

(vys/vys)