5 kesalahan dalam Personal Branding, Harus Dihindari, nih!

5 kesalahan : Personal branding disebut juga sebagai citra diri atau image yang dimiliki oleh seseorang. Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing dan tentu saja ini penting agar bisa dikenal oleh orang lain. Personal branding bisa sangat membantumu dalam membuktikan kualitas diri.

Terutama untuk hal-hal yang bisa menguntungkan diri, seperti pada kegiatan profesionalisme. Kamu perlu memiliki reputasi yang baik agar kamu memiliki nilai yang akan diingat orang lain. Jangan sampai kamu keliru dalam menampilkan personal branding, seperti halnya dengan 5 kesalahan sebagai berikut!

1. Sangat tidak mengenal dirimu sendiri

Bagaimana caranya membangun personal branding jika kamu tidak mengenal siapa dirimu? Personal branding bisa dikatakan seperti hal yang akan melekat seumur hidup.

Jadi, kamu harus benar-benar bisa mengenal dan mengetahui karakter dirimu sendiri. Jika telah mengetahui apa yang ingin kamu tampilkan pada orang lain, maka kamu akan lebih mudah dalam memasarkannya.

2. Membangun brand yang tidak sesuai dengan karaktermu

Demi terlihat baik dan sempurna, orang rela berusaha menjadi seperti orang lain. Artinya, kamu mungkin berusaha untuk menutupi kekuranganmu dan seolah-akan jadi orang yang paling sempurna.

Jangan sampai hal tersebut menjadi buah simalakama yang akan merugikan Anda di kemudian hari. Perbaiki kualitas diri dan tampilkan apa adanya, dan jangan membohongi publik karena akan berakibat fatal.

3. Terlalu banyak branding tanpa ada bukti

Jangan seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Sama seperti jangan hanya banyak bicara tanpa membuktikan apa pun. Orang akan melihat dari apa yang kamu kerjakan, bukan hanya sebatas janji saja.

tunjukkan melalui karya yang bisa kamu publikasikan agar orang lain melihat bukti nyata. Langkah ini bisa lebih dikenal dan dipercaya dibandingkan hanya sebatas gelar atau pengakuan tanpa bukti.

4. Merasa sudah maksimal dan paling hebat

Personal branding merupakan sebuah penilaian yang sangat ditentukan oleh orang lain. Kamu harus mengetahui bagaimana orang lain melihat dirimu dan kesan seperti apa yang kamu dapatkan.

Jangan cepat berpuas diri dan berbangga hati karena merasa kamu telah membangun brand yang tepat. Evaluasi tetaplah penting dan mendengarkan masukan dari orang lain juga perlu kamu pertimbangkan.

5. Tidak menjaga konsistensi

Dalam membangun merek, konsistensi jadi hal yang tak penting. Kamu harus bisa menunjukkan karakter dirimu dan menjualnya agar orang yang dikenal. Konsisten dalam melakukan hal tersebut agar orang menyadari kehadiranmu.

Jika tidak, maka sudah tentu orang lain akan mengalahkan personal branding yang kamu miliki. Seperti misalnya kamu melakukan sebuah aktivitas di mana kamu ahli dalam bidang tersebut. Berperan secara rutin pada orang lain, buat jadwal harian. Jangan sering menghilang dan mengulang branding sedari awal lagi.

Lima kesalahan di atas bisa sangat fatal jika kamu kerap lakukan dalam mem-branding dirimu sendiri. Jadi, sebisa mungkin hindari dan lakukan evaluasi untuk mempertahankan karaktermu, ya!