4 Tips Memulai Usaha dan Bisnis Baru

Bisnis Baru : Pandemi Covid-19 membuat banyak pekerja dan karyawan perusahaan yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang juga mengalami kerugian akibat pandemi yang menyerang. Bahkan banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar karena tidak sanggup lagi bertahan di tengah ganasnya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Namun, gelombang PHK yang menyerang banyak karyawan memunculkan gelombang munculnya usaha dan wirausahawan baru. Banyak orang yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan lalu terkena PHK, kemudian membuka usaha sendiri meskipun dalam skala kecil atau UMKM.

Dari sekian banyak usaha yang mulai ketika pandemi Covid-19 menyerang, banyak yang berhasil dan tumbuh menjadi usaha yang menjanjikan, namun banyak juga yang harus terhenti karena tidak mampu mendapat profit atau keuntungan yang mencukupi.

Lalu, bagaimana cara memulai sebuah usaha agar dapat berhasil? Berikut ini adalah 4 hal yang harus di lakukan saat menjalankan usaha sendiri agar dapat bertahan dan memberikan keuntungan.

1. Membuat Perencanaan yang Matang

Bisnis Baru : Sebelum memulai sebuah usaha, buat perencanaan dengan matang. Perencanaan tersebut setidaknya harus meliputi jenis usaha apa yang akan di geluti, siapa saja target konsumennya, berapa modal awal dan modal hariannya, berapa keuntungan minimal yang harus di dapat, serta dari mana sumber modalnya.

Perencanaan-perencanaan tersebut sangat penting untuk menjaga kelancaran usaha yang akan kita mulai. Bukan berarti ketika perencanaan kita sudah matang, maka tidak akan ada masalah yang datang. Tentu akan tetap ada masalah yang datang karena tidak semua rencana kita akan berjalan dengan mulus. Namun, hal tersebut jauh lebih baik dibanding tidak memiliki persiapan sama sekali.

2. Melakukan Pembukuan dengan Disiplin

Dalam memulai dan menjalankan usaha, kita harus melakukan pembukuan dengan disiplin. Semua uang masuk dan uang keluar, serta barang masuk dan barang keluar, hingga stok yang tersedia, harus selalu dicatat dengan baik. Jangan sampai ada yang terlewat. Hal ini penting agar perkembangan dan laju usaha kita terpantau dengan baik. Apakah usaha kita sedang berkembang atau justru mengalami kemunduran? Hal itu dapat dilihat dari data yang tercatat.

3. Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

Meskipun usaha yang kita jalankan adalah usaha milik kita pribadi, jangan pernah campur-adukkan usang pribadi dengan uang usaha. Hal ini sangat penting agar usaha tidak mengalami kebangkrutan karena dana yang harusnya digunakan untuk modal justru digunakan untuk keperluan lainnya.

4. Bisnis Baru : Tidak Terburu-buru Mengembangkan Usaha

Ketika usaha yang kita jalankan berjalan dengan baik dan menguntungkan, akan timbuk hasrat kita untuk mengembangkan usaha tersebut dan melakukan ekspansi, salah satunya dengan membuka cabang lain.

Meskipun sudah berhasil, kita tidak boleh terburu-buru melakukan ekspansi. Membuka cabang baru artinya harus menambah modal awal dan modal harian. Artinya, harus dilakukan perencanaan yang matang seperti saat kita pertama membuka usaha kita. Jangan sampai upaya kita mengembangkan usaha justru membuat usaha yang sudah berjalan menjadi terhambat.